Mengenal Dampak UVA, UVB dan Ultra-Long UVA pada Kulit, Apa Saja?

- Kamis, 16 Februari 2023 | 11:00 WIB
Ilustrasi wanita memakai sunscreen (Freepik)
Ilustrasi wanita memakai sunscreen (Freepik)

Radiasi matahari terdiri dari sinar ultraviolet (UV) dari berbagai panjang gelombang. Sinar UVB (antara 280-320nm) seringkali dianggap sebagai dampak berbahaya matahari karena UVB menyebabkan dampak sunburn yang kasat mata dan cepat terlihat.

Namun faktanya, UVB hanya mewakili 5% dari paparan sinar UV. 95% dari sinar UV yang mencapai bumi adalah sinar UVA5, yang terbagi menjadi beberapa panjang gelombang yaitu: short UVA (antara 320-340nm) dan Long UVA (antara 340-400 nm) dan dalam rentang ini ada Ultra-Long UVA (antara 380-400nm).

30% dari sinar UVA merupakan Ultra-Long UVA yang menembus kulit hingga lapisan kulit terdalam dan merupakan salah satu penyebab utama penuaan kulit (skin-aging).

“Sinar UVA selalu hadir setiap hari, sepanjang tahun, bahkan ketika cuaca mendung dan dapat menembus kaca jendela. Sinar Ultra-long UVA menembus kulit sangat dalam dan memberikan dampak pada sel kulit secara progresif. Dampak klinis yang dapat terjadi seperti penuaan kulit (skin-aging) yaitu kerutan pada kulit, pigmentasi, hingga kanker kulit," kata dr. Srie Prihianti, SpKK(K), PhD, FINSDV, FAADV – Dermatologists, Photoprotection expert dalam siaran pers resmi La Roche Posay.

Baca juga: La Roche Posay Luncurkan Sunscreen dengan Teknologi Filter UV Pertama, Seperti Apa? 

"Namun, kebanyakan filter UV organik yang ada saat ini hanya melindungi dari panjang gelombang UVA hingga 360nm [Long UVA], tetapi kurang menyerap dalam kisaran 380-400nm atau yang disebutkan sebagai Ultra-Long UVA,” tutupnya.

Artikel Menarik Lainnya:

Editor: Edi Hidayat

Tags

Terkini

X